Kebangkitan Yesus Sebagai Fakta Sejarah // Part 2

Going Deeper, LIVE THROUGH THIS, 10 April 2018

3. Pandangan teori halusinasi. Pernahkah kamu menemukan seseorang yang kehilangan seseorang yang dicintainya karena kematian, lalu mengaku ‘melihat’ arwah dari orang tersebut? Inilah akar teori halusinasi. Para murid karena dukanya yang begitu mendalam berhalusinasi melihat Yesus yang mereka begitu kasihi hadir kembali di hadapan mereka.

Jawaban :

Ada banyak saksi pada saat itu yang melihat Yesus bangkit. Halusinasi adalah penampakan yang sangat individual, subjektif, dan privat. Tetapi Yesus datang pada Maria Magdalena, kepada para murid (tanpa Thomas), dan kepada para murid lagi (dengan Thomas si peragu), kepada dua murid di Emaus, kepada Yakobus, dan juga kepada 500 orang pada saat yang bersamaan (1Korintus 15:3-8). Bahkan Yesus yang bangkit menjumpai Saulus, seseorang yang berusaha menyiksa para murid Yesus dan membunuhnya. Bagaimana mungkin halusinasi yang sama bisa terjadi pada ratusan orang dalam situasi dan posisi yang berbeda?

Tidak mungkin halusinasi terjadi pada 500 orang secara bersamaan, lebih masuk akal mengambil kesimpulan bahwa ada 500 orang melihat fakta pada saat bersamaan.

Halusinasi bisa terjadi dalam beberapa menit, dan sangat jarang dalam berjam jam. Halusinasi akan kebangkitan Yesus terjadi selama 40 hari, bagaimana mungkin? (Kisah 1:3)

Halusinasi biasanya hanya terjadi sekali, kecuali bagi orang gila. Ini terjadi pada beberapa kali waktu kepada orang yang kesehatannya biasa (Yohanes 20:19-21:14, Kisah 1:3)

Halusinasi tidak akan melakukan tindakan seperti makan. Yesus yang bangkit dicatat menikmati makanan (Lukas 24:42-43; Yohanes 21:1-14) bahkan para murid menyentuh, dan berbicara dengan dia. Jadi sangat tidak mungkin sesuatu yang bisa dirasakan adalah halusinasi.

Jika itu memang halusinasi, berarti mayat Yesus masih ada di kubur itu, itu berarti jika para musuh Kekristenan mula-mula mengecek keberadaan mayat Yesus, mereka akan dengan mudah membatalkan halusinasi. Halusinasi tidak akan menjelaskan fakta bahwa kubur kosong.

Pada saat itu para murid jelas mempunyai bahasa untuk menjelaskan penampakan malaikat (seperti Maria melihat malaikat), penampakan hantu (seperti waktu para murid di danau merasa melihat hantu Yesus) atau manusia biasa. Jadi ketika mereka melihat Yesus yang bangkit jelas mereka bisa membedakannya dengan penampakan yang lain [1].

4. Pandangan teori mitos. Jadi kisah kebangkitan hanyalah kisah mitos, legenda seperti legenda Sangkuriang atau Malin Kundang. Pandangan ini sangatlah populer yang sering dikemukakan orang modern yang tidak percaya sesuatu yang supra rasional seperti kebangkitan Yesus.

Jawaban :

Gaya cerita dan penggambaran kejadian-kejadian dalam Injil sangatlah berbeda dengan gaya penceritaan mitos-mitos kuno. Penulis Alkitab menceritakan kejadian dengan tidak membesar-membesarkan, semuanya dikisahkan secara sederhana dan mempunyai makna.

Tidak ada cukup waktu untuk membangun sebuah mitos. Tulisan-tulisan Injil ditulis segera setelah Yesus mati, tidak lebih dari 100 tahun setelah Yesus mati. Para murid hidup dalam jangka waktu yang sama kejadian tersebut. Mitos biasanya dikembangkan dari generasi ke generasi.

Jika memang kebangkitan Yesus hanyalah sekedar mitos atau legenda, mengapa mereka memakai saksi pertama dari kebangkitan adalah perempuan? Perempuan di dalam Yahudi abad pertama mempunyai status yang sangat rendah, bahkan secara hukum tidak bisa memberikan kesaksian. Bila kubur kosong hanyalah legenda, maka seharusnya mereka memakai tokoh terkenal yang membuat legenda/mitos tersebut dapat dipercaya [2].

Sebagai orang Yahudi, hari Sabat adalah sangat istimewa, jadi para murid tentu tidak akan mudah memindahkan hari Sabat ke hari Minggu (hari pertama) bila tidak ada sesuatu peristiwa yang besar terjadi. Mengubah hari istimewa dalam agama mereka tentu tindakan yang sangat beresiko dan amat besar efeknya [3].


Photo by Ben White on Unsplash

Kesimpulan

Bila berbagai pandangan yang menolak atau mempertanyakan kebangkitan Yesus bisa kita ajukan keberatan terhadapnya, maka apa alternatifnya? Jelaslah bahwa alternatifnya kebangkitan Yesus adalah fakta sejarah, bukan hoaks bukan kepalsuan, tetapi memang sungguh-sungguh terjadi. Kebangkitan Yesus bangkit adalah “bodily ressurection”, bukan kebangkitan spiritual di dalam ide para murid, kebangkitan Yesus adalah kebangkitan yang dikerjakan Allah sendiri yang menjadi awal dari sebuah pembaharuan sejarah, yaitu era dimana Kerajaan Allah hendak mencapai finalitasnya seperti Wahyu pasal 21.

Jika memang kebangkitan adalah fakta sejarah yang masuk akal, tidakkah itu membuatmu makin berani? Berani berjuang melawan kejahatan? Berani berjuang memperbaharui budaya? Berani berjuang mengabarkan Kabar Baik dalam kata dan tindakan?

S’bab Dia hidup, ada hari esok!

S’bab Dia hidup, ku tak gentar!

Karna ku tahu, Dia pegang hari esok.

Hidup jadi berarti s’bab Dia hidup!

 

 

Baca Juga

Kebangkitan Yesus Sebagai Fakta Sejarah // Part 1

 

 

Referensi:

[1] Argumen biblika ini terbantu oleh buku N. T. Wright, Surprised by Hope

[2] Ini disebut faktor “testimony of woman” lih. Gary Habermas, Case of Ressurection Jesus.

[3] Wright, Surprosed by Hope

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE