Puisi Natal

ART, 28 Desember 2018

Seandainya natal tak ada

pohon-pohon cemara akan tetap tumbuh dan meninggi, burung gereja akan hinggap merapikan sarangnya untuk tidur siang

tupai pun punya rumah untuk menikmati musim dingin dan minum teh dengan keluarga.

Kawanan rusa akan bebas menari di atas salju sambil unjuk tanduk yang becabang kepada kekasihnya kepada danau yang beku

Bukan ditali dan terbang kemana-mana mengantar kereta santa claus menebar ritual

Bulan dan bintang tak akan sedih karna kalah gemerlapan dengan pesta dan ornamen di setiap sudut ruang

Kepada terangnya yang semu

Tak akan banyak sampah plastik bekas dahaga perayaan dan luka karna tetesan lilin malam kudus di tangan, di lantai, dimana-mana


Orang majus tak akan kesasar karna tidak tahu cara memakai gawainya, beruntung bintang tetap berbaik hati meski sedang sedih

Tak akan ada buruh tambang emas, karyawan pabrik mur dan kemenyan yang kerja lembur di hari cuti bersama


Maria dan Yusuf tak akan kesusahan kesana kemari mencari tempat istirahat, padahal diluar sedang hujan deras, angin besar dan banjir setinggi lutut

sedangkan mereka lupa bawa jas hujan, lupa damainya


Mesias pun tak akan repot-repot turun tahta menginjakan kakinya di dunia serakah untuk digantung dikayu yang juga ditebang entah dari pohon cemara yang mana

milik tupai atau burung gereja

Seandainya natal tak ada


Natal, 2018

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE